Laskar Pelangi

Cipt: Giring Ganesha / Nidji
Menengah
↓ - ↓ ↑ - ↑ ↓ - ↓ ↑
#Pop #Rock #Soundtrack
1x dilihat
Nada
Intro:
E C#m A B
E C#m A B

Verse 1:
Mimpi adalah kunci
E
Untuk kita menaklukkan dunia
C#m
Berlarilah tanpa lelah
A
Sampai engkau meraihnya
B

Pre-Chorus:
Laskar pelangi
E
Takkan terikat waktu
C#m
Bebaskan mimpimu di angkasa
A
Warnai bintang di jiwa
B

Chorus:
Menarilah dan terus tertawa
E
Walau dunia tak seindah surga
C#m
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
A
Cinta kita di dunia
B
Selamanya
E

Verse 2:
Cinta kepada hidup
E
Memberikan senyuman abadi
C#m
Walau hidup kadang tak adil
A
Tapi cinta lengkapi kita
B

Interlude:
F#m G#m A B

Bridge:
Ho--oh--oh
C#m B A
Oh--oh, o, o, ho--oh
F#m G#m A B

Pre-Chorus:
Laskar pelangi
E
Takkan terikat waktu
C#m
Jangan berhenti mewarnai
A
Jutaan mimpi di bumi, oh
B

Chorus:
Menarilah dan terus tertawa
E
Walau dunia tak seindah surga
C#m
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
A
Cinta kita di dunia, ho-oh
B

Chorus:
Menarilah dan terus tertawa
E
Walau dunia tak seindah surga
C#m
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
A
Cinta kita di dunia
B
Selamanya
E
Selamanya
C#m

Outro:
Laskar pelangi
E
Takkan terikat waktu, uh, oh
C#m
E C#m A B E

Makna & Cerita di Balik Lagu

Lagu "Laskar Pelangi" dari Nidji merupakan sebuah anthem inspiratif yang mengajak pendengarnya untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar mimpi dan cita-cita, betapapun sulitnya rintangan yang dihadapi di dunia ini. Melalui lirik yang puitis dan penuh semangat, lagu ini mengajarkan pentingnya keteguhan hati, rasa syukur kepada Sang Pencipta, serta kekuatan cinta kasih dalam melengkapi perjalanan hidup manusia yang kerap kali tidak adil. Pesan moral yang mendalam tentang persahabatan, ketulusan, dan keyakinan menjadikan lagu ini sebagai simbol kebangkitan dan optimisme bagi siapa saja yang mendengarkannya.

Fakta & Trivia Menarik

Lagu "Laskar Pelangi" dirilis pada tahun 2008 sebagai lagu tema (original soundtrack) utama untuk film layar lebar legendaris karya sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana, yang diadaptasi dari novel fenomenal Andrea Hirata. Diciptakan oleh Giring Ganesha bersama personel Nidji tak lama setelah membaca naskah bukunya, lagu ini termuat dalam album kompilasi OST. Laskar Pelangi (2008) dan kemudian dirangkum dalam album King of Soundtrack (2014). Kesuksesan lagu ini menjadi titik balik luar biasa yang melipatgandakan popularitas Nidji hingga ke tingkat internasional.