Burung Pun Ingat Pulang

Cipt: Rachmat Kartolo
Mudah
↓ - ↓ ↑ - ↑ ↓ - ↓ ↑
#Pop #Slow Rock
0x dilihat
Nada
Intro:
C G D G
D G

Verse 1:
Jangan... kau tanya lagi...
G
Mengapa memerah mataku ini...
C D G
Coba... coba jawab sendiri...
C G
Mengapa air hujan turun ke bumi...
D G D

Verse 2:
Jauh... kapal berlayar...
G
Singgah di dermaga walau sebentar...
C D G
Tidak... tidak seperti kamu...
C G
Pergi ke sebrang sudah tak ingat pulang...
D G

Chorus:
Bukan materi... obat di hati...
D G
Aku... inginkan kasih sayang...
D G
Pandai dirimu... menyimpan dia...
D G
Jangan kau anggap mataku buta...
A D
Burung saja terbang tak lupa pulang...
C G
Ingat sangkar... anak istri...
D G

Interlude:
C G D G
D G

Verse 1:
Jangan... kau tanya lagi...
G
Mengapa memerah mataku ini...
C D G
Coba... coba jawab sendiri...
C G
Mengapa air hujan turun ke bumi...
D G D

Verse 2:
Jauh... kapal berlayar...
G
Singgah di dermaga walau sebentar...
C D G
Tidak... tidak seperti kamu...
C G
Pergi ke sebrang sudah tak ingat pulang...
D G

Chorus:
Bukan materi... obat di hati...
D G
Aku... inginkan kasih sayang...
D G
Pandai dirimu... menyimpan dia...
D G
Jangan kau anggap mataku buta...
A D
Burung saja terbang tak lupa pulang...
C G
Ingat sangkar... anak istri...
D G

Outro:
C G D G
G

Makna & Cerita di Balik Lagu

Lagu "Burung Pun Ingat Pulang" yang dipopulerkan oleh Nia Daniaty menyajikan narasi emosional tentang kekecewaan mendalam akibat pengkhianatan dalam hubungan asmara. Liriknya menggunakan metafora alam yang kuat, seperti burung yang selalu kembali ke sangkarnya dan air hujan yang jatuh ke bumi, untuk menyindir pasangan yang pergi jauh dan melupakan tanggung jawab serta kasih sayang di rumah. Pesan utama dari lagu ini adalah bahwa materi bukanlah obat bagi hati yang terluka, melainkan ketulusan, kesetiaan, dan perhatian yang sejati.

Fakta & Trivia Menarik

Dirilis pada bulan September 1993, "Burungpun Ingat Pulang" merupakan lagu utama dari album studio Nia Daniaty yang bertajuk sama di bawah naungan label Gajah Mada Records. Diciptakan oleh komposer Iskandar, lagu bergenre pop melankolis ini sukses menyentuh hati pendengar lewat vokal sendu khas Nia Daniaty dan menjadi salah satu nomor klasik era 90-an yang sering dikompilasikan dalam jajaran lagu terbaiknya.